Badai Merah Ngamuk di Jabar! Spanduk Pemberontakan Politik Menggema: Kader dan Simpatisan Tolak Ono Surono Jadi Calon Ketua DPD PDI Perjuangan!

Oplus_131072

|SR|Bandung|

Pada Ahad, tanggal 30, November, 2025, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, mendadak berubah menjadi panggung drama politik paling panas tahun ini. Publik dikejutkan oleh ledakan aksi visual, ketika deretan spanduk penolakan terhadap Ono Surono, yang kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, yang menyembur di berbagai titik Kota dan langsung memicu kegaduhan besar.

            Di kawasan Hotel Grand Mercure, Bandung, spanduk-spanduk raksasa terpampang mencolok bagaikan proklamasi perang politik. Salah satunya bertuliskan: “Bu Mega!!! Mohon jangan pilih Ono Surono, perusak partai.”

Spanduk itu mengatasnamakan Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan Jawa Barat, seolah menjadi alarm keras yang mengguncang internal Partai Banteng.

            Tak berhenti di situ. Sebuah spanduk lain yang tak kalah menggelegar memuat seruan dramatis: “Bu Mega!!! Mas Nanan!!! Jangan pilih Ono Surono pem bully Bung Karno lewat konten medsos.”

Seruan itu diklaim datang dari Rakyat Pecinta Bung Karno Se-Indonesia, hingga membuat atmosfir politik semakin pekat dan penuh tensi.

             Gelombang penolakan tersebut ternyata tidak hanya menggelegar di Bandung. Di Kabupaten Cianjur, aroma pemberontakan politik kembali muncul dengan spanduk yang menampilkan tuntutan keras.

“Penolakan keras! Kami Kader dan Simpatisan PDI Perjuangan se-Kabupaten Cianjur menolak keras Ono Surono dicalonkan kembali sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.”

             Fenomena itu sontak memicu tanda tanya publik. Ada apa sebenarnya? Mengapa resistensi begitu masif? Spekulasi pun liar bertebaran, dari percakapan warung kopi hingga forum politik tingkat elit.

Apakah benar Ono Surono dinilai tidak pantas memimpin kembali? Atau ini hanya badai manuver politik menjelang kontestasi internal?

-Publik Menunggu Sikap Tegas Ketua Umum-

Di tengah memanasnya suasana, tatapan publik kini mengarah pada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Banyak yang berharap beliau segera turun tangan dengan keputusan tegas dan bijak, demi mencegah bara politik internal berubah menjadi kobaran api yang tak terkendali.

Hingga berita ini diterbitkan, Ono Surono belum memberikan pernyataan resmi terkait maraknya spanduk yang menolak pencalonannya kembali.

             Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), pihak terkait berhak menyampaikan hak jawab, klarifikasi, atau koreksi terbuka.

Penulis (Y2)

Selamat Hari Santri Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *