Maqom Syeh Wijaya Kusumah Jadi Wisata Religi


SR Pangandaran      

 Maqom Syeh Wijaya Kusumah dan keluarganya yang berada di pegunungan puncak pasir Dusun Cijaringao Desa Sindangsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, saat ini ramai dikunjungi Jemaah dari berbagai daerah. Dusun yang awalnya sepi karena berada di sekitar  pegunungan dan perbukitan sekarang mendadak ramai setelah diketemukannya patilasan Syeh Waliyulloh dan keluarganya yang tersebar di sekitar perbukitan tersebut. Lokasi yang bersejarah ini sekarang hampir mirip dengan tempat ziarah Syeh Abdul Muhyi dan para muridnya di Pamijahan Tasikmalaya.      

 Awal mula diketemukannya Maqom Syeh Wijaya Kusumah dan keluarganya oleh seorang Musyafir dari Bekasi yakni H.Solihin. Beliau datang ke sana atas petunjuk sebelumnya dari berbagai sumber bahwa di suatu tempat pegunungan batu pasir di Dusun Cijaringao ada maqom Syeh Wijaya Kusumah dan keluarganya, diantaranya maqom istrinya yang tak jauh dari Maqom Syeh Wijaya Kusumah yang bernama Nyi Mas Tanjiana.

Menurut sumber yang dapat dipercaya, Syeh Wijaya Kusumah mempunyai istri yang dikarunai 3 orang putra, yang pertama bernama Syeh Mansur maqomnya ada di sekitar lokasi tersebut, yang ke 2 bernama Syeh Yusuf Maqomnya di sisi sungai Cimedang di Dusun Ranto Batang Desa Mekarsari sekitar 5 km dari lokasi tersebut kearah barat, dan yang ke 3 maqomnya di goa Pangapungan di Kutakanyere masih satu desa yakni Sindangsari.

menurut data yang ada di Pos Skretariat Maqom Wijaya Kusumah yang berada di Dusun Cijaringao tercatat ada 33 maqom di lokasi tersebut, tempatnya di sekitar makom Syeh Wijaya Kusumah.

Bahkan di lokasi itu ada sebuah lubang pada batu yang disebut “Liang Kabuyutan”, konon kalau akan  ada bencana yang melanda daerah tersebut batu itu akan mengeluarkan ciri khas berbunyi atau bergetar sekitar lokasi, jadi masyarakat diharuskan berhati-hati.  

   

Saat ini hampir setiap hari Maqom Syeh Wijaya Kusumah dan keluarganya sering dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah, bahkan kalau malam hari Rabu dan Jum’at  para pengunjung sangat padat, tujuannya berziarah sekaligus berdoa di sekitar maqom yang tempatnya sudah di tata rapih. Ujar Salim Munajat salah seorang perangkat Desa Sindangsari sebagai Sekdes, dan Yayat sebagai Kepala Dusun Cijaringao bersama Ajengan Eden yang ditugaskan menjadi kuncen Maqom tersebut yang selalu menemani para penziarah datang ke lokasi ini

Alhamdullilah melalui kerjasama yang baik dengan masyarakat sekitar, swadaya masyarakat tempat ini sudah mulai lengkap sarana prasarananya, diantaranya Jalan di cor, tersedia nya masjid, tempat wudhu, serta tempat berdoa lengkap”,kata Salim.        

Maqom Wijaya Kusumah berada di puncak gunung Pasir Cijaringao, kalau sedang berada di sana maka akan terlihat hamparan daerah, seperti terlihat dari jauh kantor Kecamatan Cigugur, wilayah Langkaplancar, Sidamulih bahkan Pantai Pangandaran juga terlihat jelas. Udara yang sejuk, tanaman tertata rapih dan situasi yang aman menjadikan para pengunjung ketika berdoa terasa sangat bermakna. Semua ini berkat doa dan mendoakan para Waliyulloh yang umat muslim yang diridhoi oleh Alloh SWT, sehingga sangat berjasa besar ketika menyebarkan agama islam di tataran pulau Jawa khususnya Jawa Barat.Tangga menuju ke puncak Maqom sebanyak 103 pijakan dan yang aneh bila akan pulang dan menuruni tangga akan terhitung berkurang satu menjadi 102 Walahualam bissawab.      

 Untuk menuju ke lokasi Maqom Syeh Wijaya Kusumah para pengunjung bisa lalui dari tiga arah, pertama dari arah Cijulang menuju Ciakar dan lurus  menuju Dusun Cijaringao, kedua dari arah Barat dari Tasikmalaya Cikatomas menuju Sindangsari belok kiri menuju Dusun Cijaringao dan ketiga dari arah Cigugur menuju Ciakar belok kanan menuju Cijaringao. Jalan jalan yang akan dilalui cukup bagus dan dapat dilalui dari berbagai arah.     

  Sejak dibuka untuk umum pada tanggal 12 Rojab 2020 tempat ini terus ditata rapih, dan dikelola oleh tim setempat bekerjasama dengan Bumdes Desa Sindangsari. Tempat ini sekarang dijadikan “Wisata Religii”, mirif Pamijahan dan sangat memiliki makna yang mendalam khususnya untuk umat islam. Kini Sedang direncanakan warung-warung berdagang barang atau makanan ciri khas Dusun tersebut, penerangan dan jalan-jalan yang semakin bagus dan fasilitas lain yang mendukung sehingga tempat tersebut semakin di kenal umum. Semoga ke depan Patilasan Maqom Syeh Wijaya Kusumah dan Keluarganya akan semakin ramai dikunjungi para peziarah ngalap berkah dan tentunya dapat meningkatkan devisa Desa Sindangsari dan berguna bagi masyarakat sekitarnya maupun bagi warga Kabupaten Pangandaran khususnya, aamiin.
      Penulis (Rasimun/SR)

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.