|SR|Kuningan|
Usaha BUMDes Cikalmunggaran, Desa Padamulya, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, menuai sorotan terkait matinya dua (2) ekor ternak Sapi yang menjadi usaha andalan BUMDes, sehingga mencuatkan pesimis bagi keberhasilan usaha BUMDes, dan persepsi negatif bagi pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas.
Kematian dua (2) ekor Sapi usaha BUMDes Cikalmunggaran, dibenarkan oleh Kepala Desa Padamulya, Kasji, yang juga ex-officio penasehat dan Ketua dewan pengawas BUMDes, dikatakan, pada awalnya Sapi berjumlah 8 ekor, kemudian dalam perjalanannya 2 ekor Sapi sakit dan mati.
“Penyertaan modal Ketahanan Pangan bagi BUMDES sebesar 190 jutaan, yang digunakan bagi usaha tematik protein hewani melalui usaha penggemukan Sapi. Penyertaan modal tersebut digunakan untuk pembuatan kandang dan pembelian bibit Sapi sebanyak 8 ekor, yang kemudian mati 2 ekor,”terangnya, Selasa, (20/1/2026) di ruang kerjanya.
Di tambahkan sebagai Ketua pengawas dirinya memperoleh laporan kematian Sapi, dan ditegaskannya kejadian itu menjadi tanggung jawab pengurus.”Kami sudah berikan fasilitas anggaran permodalan. Untuk mengoperasionalkan kegiatan usaha adalah kerja pengurus,”ucapnya.
“Sedangkan untuk kandang, memang dibuat di lokasi tanah milik Warga, dengan status sewa. Untuk informasi lebih jelas dengan Ketua BUMDes-nya. Namun, yang bersangkutan sedang kuliah di Tasik,” ucapnya.
Usaha yang terindikasi bakal menimbulkan kerugian tersebut dapat berpotensi sanksi, sehingga diperlukan adanya Pembinaan dan tanggung jawab dari Pengurus, Penasehat, dan Pengawas BUMDes Cikalmunggaran Desa Padamulya.
“Potensi kerugian yang dialami BUMDes Cikalmunggaran, Desa Padamulya, seyogyanya menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Desa, Pengawas, dan Pengurus untuk melakukan mitigasi resiko,”saran Hendar selaku pemerhati kebijakan Publik di Kabupaten Kuningan.
Penulis (Baim)













