|SR|Pangandaran|
Ketidakhadiran 21 anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dalam rapat Paripurna istimewa dalam rangka peringatan Milangkala Ke-14 Kabupaten Pangandaran, yang berlangsung pada hari Ahad (25/10/2026), menjadi sorotan Publik.
Dari total sebanyak 40 anggota DPRD, hanya 19 orang yang tercatat hadir berdasarkan data absensi tamu undangan. Kondisi tersebut memunculkan perhatian serius Ketua DPRD terhadap tingkat partisipasi para Wakil Rakyat dalam momentum penting rapat Paripurna peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran.
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, H.M.M, yang akhirnya angkat bicara menanggapi banyaknya anggota Legislatif yang tidak hadir dalam agenda tersebut.
Asep menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, ketidakhadiran sejumlah anggota, khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan, kemungkinan berkaitan dengan kabar duka yang terjadi pada malam sebelum acara berlangsung.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa orang tua atau anggota Keluarga salah satu pihak dari Fraksi PDI Perjuangan meninggal Dunia sekitar tengah malam. Kemungkinan sejumlah anggota Fraksi diduga menghadiri Takziah sehingga tidak dapat mengikuti agenda Paripurna.
Persoalan ketidakhadiran tadinya Saya dapat konfirmasi ada orang tua atau Keluarga besar dari PDI Perjuangan yang meninggal Dunia, kurang lebih jam 12 malam. Mungkin teman-teman Fraksi PDIP Takziah kesana,”kata Asep.
Berdasarkan data kehadiran, Fraksi PDI Perjuangan mencatat jumlah ketidakhadiran yang terbanyak. Dari 16 anggota, hanya Asep Noordin selaku Ketua DPRD yang tercatat hadir.
Sementara itu, Fraksi Golkar dihadiri tiga anggota, Fraksi Gerindra satu anggota, Fraksi PKB lima anggota, Fraksi PAN empat anggota, serta Fraksi Persatuan yang terdiri dari PKS dan PPP tercatat hadir seluruhnya.
-Tegaskan Tak Ada Persoalan Politik-
Menanggapi spekulasi yang berkembang terkait ketidakhadiran sejumlah Legislator, Asep menegaskan bahwa dirinya tidak melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari dinamika atau kepentingan Politik tertentu.
Ia juga menjelaskan bahwa rapat Paripurna istimewa Milangkala ini merupakan agenda khusus yang tidak mensyaratkan kuorum sebagaimana rapat Paripurna tertentu lainnya. Dengan demikian, kegiatan tetap dapat dilaksanakan meskipun banyak anggota DPRD yang tidak hadir.
Kan Saya sendiri dari PDI Perjuangan, tapi hadir. Artinya tidak ada persoalan Politik,”ungkapnya.
Asep juga memastikan bahwa seluruh anggota DPRD telah diundang untuk menghadiri agenda peringatan hari jadi Kabupaten Pangandaran tersebut.
-Ingatkan Wakil Rakyat Turunkan Ego-
Di tengah sorotan terhadap tingkat kehadiran anggota DPRD, Asep turut menyampaikan pesan penting mengenai perlunya menjaga Persatuan dan mengesampingkan kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurutnya, Milangkala Ke-14 seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh unsur Pemerintahan dan Masyarakat dalam membangun Kabupaten Pangandaran Melesat.
Ia mengingatkan bahwa semangat Persatuan tidak akan terwujud apabila setiap pihak masih mengedepankan ego masing-masing.
Saya sebagai Pimpinan DPRD mendoakan agar yang punya ego besar menurunkan ego-egonya. Bagaimana Kita bisa bersatu kalau ego dan kepentingan pribadi atau golongan masih tinggi? Dalam acara ini semuanya diundang,”ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pesan sekaligus refleksi di tengah peringatan Hari Jadi Kabupaten Pangandaran. Sebab, momentum Milangkala bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga kesempatan bagi seluruh unsur Pemerintahan, termasuk para Wakil Rakyat, untuk menunjukkan komitmen kebersamaan dalam memperjuangkan kepentingan Masyarakat.
Penulis (Y2)
