Iklan

AGPAII Pangandaran Satukan Dzikir dan Dakwah, Serta Apresiasi Guru Dalam Milad Ke-8

|SR|Pangandaran|

Memperkuat spiritualitas serta mengapresiasi pengabdian Pendidik dan menumbuhkan generasi berakhlak menjadi semangat utama kegiatan Dzikir, Doa, dan Dakwah yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Pangandaran. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara Milangkala Kabupaten Pangandaran Ke-14. Milad Ke-8 AGPAII, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Guru Nasional (HGN), serta lomba Da’i PAI Panca Waluya tingkat Kabupaten Pangandaran.

               Berdasarkan surat undangan DPD AGPAII Kabupaten Pangandaran Nomor 33/AGPAII-PND/X/2026 tertanggal 20 Oktober 2026, kegiatan dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 27 Oktober, tahun 2026, bertempat di Aula Pendopo Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran. Undangan kehormatan juga disampaikan kepada Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Pangandaran sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan Pendidikan.

Rangkaian kegiatan dirancang sebagai ruang pertemuan antara nilai spiritual, penghargaan terhadap profesi guru, dan penguatan dakwah Islam yang menyejukkan. Acara diawali dengan pentas seni, dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, prakata panitia, serta sambutan dari Ketua DPD AGPAII Kabupaten Pangandaran.

             Agenda selanjutnya meliputi penampilan qasidah Rebana, penyerahan AGPAII Award 2026, dzikir dan doa bersama dalam rangka Hari Guru Nasional, serta tausiah. Dalam susunan acara, KH. Harun Al Aziz selaku Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, dijadwalkan memimpin dzikir dan doa bersama. Sementara itu, tausiah akan disampaikan oleh KH. Asep Bahria, S.Ag, M.Pd.I, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran. Bupati Pangandaran juga tercantum dalam agenda penyerahan AGPAII Award 2026.

Penghargaan AGPAII Award 2026 mencakup sejumlah kategori, di antaranya apresiasi kepada para pendiri AGPAII Kabupaten Pangandaran, guru Pendidikan Agama Islam berprestasi, serta peserta didik yang telah meraih Prestasi di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional. Sejumlah capaian membanggakan turut tercatat dalam nominasi penghargaan tersebut. Di antaranya, prestasi peserta didik SMAN 1 Mangunjaya yang meraih Juara I Lomba Video Kreatif Silatbar Rohis Jawa Barat, Prestasi dalam ajang Pentas PAI tingkat Jawa Barat, serta capaian para guru dalam bidang Inovasi Pembelajaran, fasilitasi Pendidikan, dan pengembangan konten digital.

            Salah satu nama yang tercantum dalam nominasi adalah Nishfa Farid Rijal sebagai guru PAI SMKN 1 Pangandaran. Ia tercatat masuk dalam 10 terbaik Se-Jawa Barat, pada bidang konten Budaya Perpustakaan tingkat Provinsi. Selain itu, ia juga menghasilkan karya Literasi berupa buku Surfing Sufism: Buku Sufi Urban. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran kontribusi guru PAI dalam mengembangkan Kreativitas, Literasi, dan Inovasi Pendidikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba Da’i PAI Panca Waluya tingkat Kabupaten Pangandaran yang berlangsung pukul 13.00 sampai 16.30 Wib. Pengumuman Kejuaraan direncanakan pada pukul 16.30–17.00 Wib. Ajang ini menjadi ruang aktualisasi bagi peserta didik untuk mengembangkan Kemampuan berdakwah, menyampaikan gagasan Keislaman, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Panca Waluya: cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

           Bagi AGPAII, momen tersebut bukan sekadar peringatan hari besar atau agenda Organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa Pendidikan Agama memiliki peran strategis dalam membentuk Manusia yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara Konseptual, tetapi juga mampu mengejawantahkannya dalam perilaku sehari-hari. Guru PAI diharapkan terus hadir sebagai teladan dalam menanamkan akhlak, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membimbing generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan landasan nilai-nilai Keislaman.

Penyelenggaraan AGPAII Award 2026 juga membawa pesan bahwa pengabdian guru layak mendapatkan apresiasi, sedangkan Prestasi peserta didik perlu dirawat dan dikembangkan. Penghargaan bukanlah garis akhir sebuah perjalanan, melainkan pemantik semangat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memperluas kebermanfaatan bagi Masyarakat.

            Dede Rohyana selaku Ketua pelaksana Milad AGPAII Ke 8 Kabupaten Pangandaran, menyampaikan serta menghormati ulama dan guru bagian dari menjaga marwah tarbiyah. Adanya kegiatan ini tentu bentuk camistry hasanah. Guru PAI harus jadi cahaya dibalik kehidupan Sekolah, bermasyarakat, bahkan di rumah. Menjadi rahmat bagi Kabupaten Pangandaran adalah kemegahan.

Tentunya semangat Kami AGPAII menjadi bagian indahnya islam yang Rahmat. Ia berharap AGPAII mampu menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mendorong Inovasi Pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman, serta memperkuat Pendidikan Agama Islam yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan Masyarakat Kabupaten Pangandaran.

             Senada dengan hal tersebut, Asep Bahria, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Agama Islam dalam kehidupan Pendidikan sehari-hari.“Nilai-nilai Agama harus hadir dalam keteladanan guru, budaya Sekolah, dan perilaku peserta didik sehari-hari. Karena itu, kolaborasi antara AGPAII, Kementerian Agama, dan Satuan Pendidikan perlu terus diperkuat,”ungkapnya.

Sementara itu, Syahda Banyu Nurudzati, Juara I lomba Video Kreatif Silatbar Rohis Jawa Barat dari SMAN 1 Mangunjaya, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi dan apresiasi yang diterimanya.“Saya sangat bangga menjadi bagian dari Keluarga besar PAI dan mendapatkan penghargaan dari Bupati Pangandaran. Semoga Kabupaten Pangandaran senantiasa memberikan ruang bagi Kami dan guru-guru untuk terus berinovasi serta berprestasi. Hingga setiap ikhtiar tersebut menjadi amal saleh,”tuturnya.

          Guru PAI, dan muridnya harus merasakan kebahagiaan tersendiri. Gurunya berprestasi, muridnya menjadi Penerus Cahaya. Satu sisi Guru PAI selalu dilibatkan oleh berbagai hal, terutama dalam Keagamaan dimasyarakat. Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain dalam persoalan mengenalkan Allah Subhana Wataa’ala padanya, maka kebaikan akan jadi jariyah. Milad AGPAII Ke-8 ini, keberkahan untuk semua guru, juga Masyarakat, khususnya untuk Kabupaten Pangandaran” ucap Yusup Siddiq.

Pada akhirnya, Milad Ke-8 AGPAII bukan sekadar penanda bertambahnya usia Organisasi, melainkan momen untuk memperteguh komitmen pengabdian. Sebab, Pendidikan Agama yang sejati tidak berhenti pada penyampaian kata-kata dan penguasaan Pengetahuan, tetapi menjelma menjadi keteladanan, mengakar dalam akhlak, serta tumbuh sebagai kebaikan yang dapat dirasakan oleh Masyarakat luas. Melalui kolaborasi AGPAII, Satuan Pendidikan, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama, dan berbagai unsur Keagamaan, kegiatan ini diharapkan semakin memperkokoh Persaudaraan serta memperluas kontribusi Pendidikan Agama Islam bagi kemajuan Kabupaten Pangandaran.

Penulis (Nishfa Farid Rijal, M.Pd)

Exit mobile version