|SR|Kuningan|
Seluas 30 hektar dalam pemenuhan air bagi lahan Pertanian menjadi target utama Kelompok Tani (Poktan) Srimukti, Desa Cantilan, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, pada program Optimalisasi lahan (Oplah) tahun 2026.
Dikatakan oleh Ketua Poktan Srimukti, Desa Cantilan, Wawan Irawan, program Oplah yang dikerjakannya adalah pembangunan saluran irigasi dan pipanisasi.“Lokasi pekerjaan berada di Dusun Bangong, Blok Walini dengan volume pekerjaan 385 meter. Untuk irigasi atau saluran air, panjang saluran 309 meter sedangkan pipanisasi ukuran 6 inch sepanjang 76 meter dengan pagu anggaran sebesar 130 juta,”tuturnya.
“Ketika difungsikan, area lahan yang dapat terairi seluas 30 hektar. Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 50 persen,”imbuhnya.
Ia mentargetkan pekerjaan selesai tepat waktu dan persoalan kendala air bagi Petani yang selama ini dirasakan terutama saat musim kemarau dapat teratasi.
“Kami sebagai pelaksana kegiatan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Daerah pada program Oplah ini. Tentunya pekerjaan senantiasa diupayakan dengan maksimal. Kami berharap dengan pembangunan irigasi ini, indeks penanaman meningkat, dari frekuensi 2 kali tanam menjadi 3 kali tanam”ucapnya. Kamis (15/10) di lokasi pekerjaan.
Ditegaskan Irawan yang didampingi Kepala Dusun Bangong dan Rusnadi dari pengurus kelompok Tani Srimukti, dalam merealisasikan pemberdayaan Masyarakat maka untuk tenaga kerja, memberdayakan anggota kelompok dan warga sekitar, sesuai ketentuan dan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil kegiatan.
Menurutnya, Program Oplah menjadi solusi kendala pengairan bagi lahan Petani dan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas hasil Pertanian dan pemanfaatan lahan, terutama di sektor Pertanian. “Sebagaimana tujuan program. Perbaikan infrastruktur irigasi dan pengairan adalah untuk mencapai Ketahanan pangan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi Petani secara langsung melalui peningkatan hasil panen,”ujarnya.
“Indeks pertanaman dapat maksimal, dengan peningkatan frekuensi tanam, yang berimbas pada peningkatan produksi komoditas pertanian selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan adanya hasil panen yang maksimal maka akan meningkatkan pendapatan Petani,”ucapnya.
Penulis (Baim)













