|SR|Pangandaran|
Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin menyampaikan belasungkawa atas insiden Jembatan gantung Pongpet yang berada di Dusun Mergajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran yang terjadi pada hari Ahad saat peresmian, sehingga menimbulkan keprihatinan bagi Masyarakat.
Ketua DPRD turun langsung ke lokasi bersama para anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pangandaran, H. Adang dan Supratman, S.IP. Kehadiran para Wakil Rakyat ini sebagai bentuk tindak lanjut atas rencana pengalihan penanganan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terkait pembangunan kembali akses Jembatan tersebut.
Atas nama Kabupaten Pangandaran, Kami mengucapkan terima kasih atas respons cepat dari KDM Gubernur Jawa Barat yang hebat terhadap kebutuhan Masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran,” ujar Asep.
Menurutnya, rencana pembangunan Jembatan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat ini harus ditindaklanjuti secara serius dan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran, terutama jika nantinya Jembatan tersebut dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Asep menilai, keberadaan Jembatan yang mampu dilalui kendaraan roda empat tidak hanya menjadi akses penghubung Masyarakat, akan tetapi juga berpotensi menjadi penggerak Perekonomian dan Pariwisata di wilayah tersebut.
Mudah-mudahan apa yang direncanakan oleh Gubernur Jawa Barat semoga sukses tercapai. Nantinya Jembatan ini tidak hanya dilalui kendaraan roda dua, tetapi juga bisa dilewati untuk roda empat. Sehingga betul-betul menjadi akses Perekonomian yang Melesat sekaligus akses Wisata bagi wisatawan yang akan berkunjung,”katanya.
Ia juga menyebutkan kalau kawasan di sekitar Jembatan memiliki banyak potensi Wisata yang cukup besar. Di seberang lokasi terdapat Kampung “Badud” yang memiliki kekhasan tradisi di wilayah Margacinta dan Cibunian dan lainnya.
Selain itu, aktivitas wisata body rafting juga dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang.
Saya optimistis dan yakin, kalau roda empat bisa masuk. Insya Allah ini akan menjadi Jembatan ekonomi Masyarakat. Potensi wisata di sini juga bisa berkembang dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Asep mengatakan rencana pembangunan Jembatan pada tahun 2027 harus mulai dipersiapkan sejak sekarang. Pemerintah Daerah, kata dia, perlu menangkap rencana tersebut sebagai peluang untuk melakukan berbagai persiapan teknis dan administratif.
Mulai dari pelebaran jalan, Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin), persiapan badan jalan hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang harus direncanakan secara matang.
Yang disampaikan oleh KDM selaku Gubernur Jawa Barat, rencananya akan di mulai tahun 2027. Maka dari itu Saya mengajak Pemerintah Daerah untuk menangkap sinyal tersebut. Apa yang harus dilakukan mulai dari pelebaran jalan, Amdal Lalin seperti apa, kemudian persiapan teknis pembuatan Jembatan,”jelasnya.
Asep juga menekankan akan pentingnya kajian teknis sebelum pembangunan dilakukan. Kondisi tanah dan struktur bebatuan di lokasi harus terlebih dahulu diuji agar pembangunan Jembatan ini nantinya benar-benar aman, nyaman, dan sesuai dengan kondisi lapangan.
Secara prinsip harus dilakukan uji kelayakan terlebih dahulu terhadap kondisi tanah dan bebatuan. Saya kira ini menjadi rujukan untuk pembangunan tahun 2027,”tegasnya.
Menurut Asep, persiapan tidak boleh dilakukan menjelang pembangunan saja. Pemerintah Daerah perlu menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung sejak jauh-jauh hari, termasuk akses jalan menuju Jembatan dan infrastruktur penunjangnya.
Pemerintah Daerah harus mempersiapkan semuanya, termasuk badan jalan, TPT, dan sebagainya. Jadi ketika pembangunan Jembatan dilaksanakan, seluruh infrastrukturnya sudah siap,”pungkasnya.
Penulis (Y2 )













