FTBI SMP di Komisariat II Jadi Ajang Kreativitas dan Pelestarian Bahasa Ibu

Oplus_131072

|SR|Pangandaran|

Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) antar Pelajar SMP tingkat Komisariat II digelar. Lomba ini sekaligus sebagai wadah bagi para peserta didik untuk mengembangkan bakat, kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap Bahasa dan Budaya Daerah. Acara ini bertempat di aula SMP negeri 3 Pangandaran. Yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 17, September, tahun 2026.

            Kegiatan yang berlangsung di aula Sekolah tersebut diikuti oleh 87 peserta perwakilan dari 8 Sekolah Negeri maupun Swasta di wilayah Komisariat II yang akan tampil dalam berbagai Cabang perlombaan FTBI antar Pelajar. Suasana terlihat sangat riuh oleh antusias para peserta yang akan menunjukkan bakat dan kemampuan terbaiknya di hadapan dewan juri.

Lomba FTBI antar Pelajar SMP tidak hanya menjadi ajang Kompetisi, melainkan juga menjadi bagian dari upaya pelestarian Bahasa Ibu agar tetap dilestarikan dan digunakan oleh generasi muda.

           Ketua Panitia lomba FTBI, Sopi,S. S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang kepada siswa untuk berani tampil sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kegiatan lomba FTBI ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk menggali dan mengembangkan bakatnya, khususnya dalam bidang Bahasa dan Budaya. Kami berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan menjunjung sportivitas,”ujar Sopi.

           Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari siapa yang menjadi Juara, akan tetapi nilai keberanian dan pengalaman yang akan diperoleh para peserta selama mengikuti perlombaan.

Harapan kedepan mudah mudahan kegiatan lomba ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kecintaan para Pelajar terhadap Bahasa Ibu dan Budaya Daerah semakin tumbuh dan semakin lestari dikalangan generasi muda,”ucapnya.

           Sehingga kegiatan lomba FTBI ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara Akademik, tetapi memiliki kepedulian terhadap Bahasa serta Budaya Daerah sebagai bagian dari identitas Masyarakat Sunda.

Penulis (Y2)

Selamat Hari Santri Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *