|SR| Pangandaran|
Pada hari Sabtu, tanggal 19, Oktober, tahun 2024. SMK Putra Pangandaran, Jawa Barat, menjadi lokasi penyelenggaraan acara “Diseminasi Pelatihan Keterampilan Belajar Satuan Pendidikan Untuk PKB Mandiri”sebuah kegiatan penting yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para Pendidik di Kabupaten Pangandaran, dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Acara ini merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah dilaksanakan pada tanggal 20 September hingga 3 Oktober, tahun 2024, sebagai bagian dari upaya mendorong Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) secara mandiri bagi guru dan kepala sekolah. Pelaksanaannya oleh Kolaborasi 9 Kepala SMK Swasta, Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh sembilan (9) Kepala SMK swasta di Kabupaten Pangandaran.
Sekolah-sekolah yang terlibat sebagai pelaksana antara lain SMK Teknologi Modern Kalipucang, SMK Bhakti Kencana Pangandaran, SMK Pasundan Padaherang, SMK Plus Maarif NU Parigi, SMK Al Kautsar Kalipucang, SMKN 1 Cimerak, SMK Putera Pangandaran, SMK Pasundan Cijulang, SMK Pelita Bangsa Mangunjaya, SMK Al Ihsan Langkaplancar, dan SMK Al Masturiyah Langkaplancar. Para peserta yang hadir terdiri dari perwakilan 24 SMK swasta di Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan utama untuk menyebarluaskan hasil pelatihan sebelumnya kepada sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
Menurut Muhamad Irfan Agus Mauludi, selaku Kepala SMK Al Kautsar Kalipucang, yang juga menjadi salah satu pelaksana kegiatan, dan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang diselenggarakan di Kabupaten Tasikmalaya. Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan hasil pelatihan diseminasi Kepala Sekolah swasta. Kami berharap kegiatan ini mampu memantik sekolah-sekolah di Kabupaten Pangandaran, untuk memaksimalkan implementasi Kurikulum Merdeka di masing-masing Sekolah,” ujar Irfan.
Irfan juga menambahkan bahwa materi yang disampaikan mencakup pengimplementasian Visi Sekolah yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, serta pengenalan Platform Merdeka Mengajar (PMM). PMM merupakan alat bantu digital yang diharapkan dapat mempermudah para guru dalam mendukung pembelajaran sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Antusiasme dari para peserta sangat luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi kami sebagai panitia pelaksana. Kami berharap para peserta dapat mengimbaskan ilmu ini di Sekolah nya masing-masing,” tambahnya.
“Tiga Sesi Utama Membekali Guru dengan Pengetahuan Praktis”
Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi utama yang bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam terkait pengelolaan Sekolah, pembelajaran, dan pemanfaatan teknologi dalam mengajar. Materi pertama berfokus pada “Sekolah yang Kita Cita-citakan”, yang mengajak para peserta untuk merumuskan kembali Visi Sekolah mereka sesuai dengan tantangan Zaman dan kebutuhan siswa.
Sesi kedua, berjudul “Refleksi Pendidikan saat Ini”, mengupas kondisi Pendidikan di Kabupaten Pangandaran, serta tantangan yang dihadapi oleh para Pendidik dalam mempersiapkan pembelajaran yang relevan dan berkualitas. Sementara itu, sesi ketiga berfokus pada “Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar”. Platform ini menjadi salah satu alat utama bagi para guru dalam merencanakan dan mengelola pembelajaran, menyediakan sumber daya yang diperlukan agar guru dapat mengajar secara lebih kreatif dan mandiri.
Menurut Anisa Adelia, merupakan seorang guru dari SMK Al Ihsan Langkaplancar, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para guru di Pangandaran.“Luar biasa kegiatannya, sangat bermanfaat bagi kami, dan para guru di Kabupaten Pangandaran, baik dari segi pengetahuan maupun wawasan mengajar. Semua materi, mulai dari Visi Sekolah, refleksi Pendidikan, hingga pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar, sangat relevan dan aplikatif,” ungkapnya.
Anisa juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, dan materi yang disampaikan sangat membantu para guru dalam memahami cara mengajar yang lebih efektif. Penggunaan PMM, khususnya, sangat bermanfaat dalam memberikan sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.
“Kelanjutan Implementasi di Sekolah-Sekolah”
Sementara itu menurut Mukhlis Nawawi, selaku Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKK SMKS) Kabupaten Pangandaran, menyatakan bahwa kegiatan ini akan dilanjutkan di sekolah-sekolah masing-masing. Hal ini sejalan dengan kewajiban Sekolah untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka secara penuh di tahun ini. Mukhlis berharap melalui diseminasi ini, setiap Sekolah dapat lebih siap dan berinovasi dalam menerapkan kurikulum baru tersebut.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat menularkan hasil dari pelatihan kepada guru dan rekan sejawat di Sekolah masing-masing, sehingga tujuan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat tercapai. Kabupaten Pangandaran kini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu contoh keberhasilan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, yang berfokus pada kemandirian dan kreativitas dalam pembelajaran.
Melalui kolaborasi antara Sekolah, dukungan Pemerintah, serta pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti Platform Merdeka Mengajar, para guru diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih inklusif dan berpusat pada potensi siswa. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas Pendidikan di Kabupaten Pangandaran dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
Penulis dan Editor ( Tim SMK/SR)