Sekolah Alam Pangandaran (SAPA) Memeriahkan Festival 28 Bahasa Tahun 2022

SR Pangandaran 

       Keragaman budaya adalah salah satu keunikan yang terdapat di muka bumi ini. Ragam suku bangsa yang ada diseluruh Dunia, begitu pula dengan ragam budaya Indonesia. Dari berbagai keragaman itulah melahirkan bentuk keragaman budaya Indonesia  seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat tradisional, tarian adat tradisional, alat musik dan lagu tradisional, senjata tradisional, bahkan beragam makanan khas. Sekolah Alam Pangandaran ikut memeriahkan “Festival 28 Bahasa” yang dilaksanakan oleh SMK Bakti Karya Parigi. Festival 28 Bahasa ini digelar selama 2 hari berturut-turut pada tanggal 28 dan 29 Oktober tahun 2022. Bertempat di Kampung Nusantara, Dusun Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

       Untuk mengenalkan budaya Nusantara, Sekolah Alam Pangandaran mengajak siswanya mengunjungi acara tersebut. Bahkan bukan hanya berkunjung, tetapi siswa Sekolah Alam Pangandaran juga ikut memeriahkan dengan menampilkan ‘Tarian Nusantara’. Selain itu, tujuan mengajak siswa selain mengambil andil dalam acara untuk menumbuhkan keberanian, jiwa sosial, kerukunan para siswa serta membangun pengetahuan tentang budaya Nusantara, perlu diketahui, Sekolah Alam Pangandaran yang biasa disingkat SAPA, merupakan Sekolah Formal jenjang TK dan SD seperti sekolah-sekolah lain pada umumnya. Tapi SAPA  memiliki tambahan kurikulum khas tersendiri. Selain itu SAPA menerapkan Fullday School Activity dari masuk kelas jam 08.00  sampai 16.00 WIB, yang mana pembelajaran dilakukan dari Senin hingga Jumat.

       SAPA berdiri dibawah naungan Yayasan Sains Al Hanif Pangandaran. Meski baru didirikan pada tahun 2021 namun metode  belajar SAPA berbeda dengan TK dan SD pada umumnya, yaitu banyak interaksi dengan alam, dalam kata lain 70% Eksplorasi dan 30% Literasi, dengan adanya Festival 28 Bahasa, ini menjadi sebuah kesempatan besar bagi kami untuk mengenalkan beragam budaya Nusantara, gak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk bisa mengenal budaya Nusantara, karena di Festival ini semuanya bisa langsung melihat, mengenal bahkan mencoba makanan khas setiap daerah,” kata Irma Nurdiani Aziz, S.Pd. I. selaku Pimpinan.

       Sekolah Alam Pangandaran.

Bukan hanya siswa SAPA, melainkan semua orang yang hadir dalam acara ini juga bisa berinteraksi langsung dengan orang-orang dari luar pulau Jawa. Ragam budaya tersebut antara lain berasal dari Sulawesi, Papua, Kalimantan, Sumatera, Aceh, Jawa Barat, dan NTT, alhmadulilah “Acara berjalan dengan lancar, mudah mudahan dengan adanya Festival 28 bahasa ini kerukunan kita sebagai manusia bisa terjaga selamanya tanpa membeda-bedakan.” Ujarnya saat ditanya oleh koresponden Surya Rengganis mengenai acara Festival 28 Bahasa ini.

      Penulis (Elin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.