Alhamdulillah, Sahlan Ikut Seleksi Fasilitator Daerah, Ini Harapannya 

SR Pangandaran

        Sahlan S.Pd.I, adalah seorang Kepala Sekolah sekaligus merupakan guru PAI yang telah mapan, dan ia juga mengikuti seleksi sebagai fasilitator daerah para guru guru di bidang PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam seleksi kemarin diikuti oleh 37 calon Instruktur Daerah yang dibimbing langsung oleh Intruktur Senior Asep Rahmat, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) ini juga

sekaligus memberikan sosialisasi tentang teknis untuk Penetapan usulan calon Peserta Pelatih Daerah atau PPKB tahun 2022, yang bertempat di aula PGRI Cabang Sidamulih, Jum’at tanggal (02-09-2022).

       Dikarenakan Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, belum terbentuknya Fasilitator Daerah maka untuk itu trainer ataupun instruktur sangatlah penting untuk dibentuk, dalam pelaksanaannya dengan syarat sebagai berikut, para peserta harus memiliki Izin dari Kepala Sekolah, dan nantinya wajib memiliki sertifikat instruktur, tentang pelaksanaan Fasilitator Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) guru PAI ini diselenggarakan oleh Ditjen GTK PAI Pendidikan Agama Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

       Terkait dari hasil seleksi para calon Instruktur ini nantinya akan disampaikan oleh pihak Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui online, kata Sahlan setidaknya calon seleksi harus memiliki dua lembar surat izin, dan dilengkapi dengan sertifikat pernah menjadi mentor, pemateri, atau tutor, selanjutnya, para fasilitator daerah ini nantinya akan bertugas sebagai mitra dalam belajar dan memberikan pendampingan disetiap gugus tugas guna mengoptimalkan peran Pendidik agar lebih meningkatkan kemampuan para guru-guru PAI khususnya.

      Harapan Sahlan ikut seleksi fasilitator daerah ini, agar lebih banyak memberikan motivasi  karena awalnya prihatin dengan hasil perkembangan zaman guru-guru di bidang PAI, dan berharap semoga dengan adanya seleksi ini, dapat mejadi jalan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait Kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka, selanjutnya dapat menormalisasi stigma negatif tentang kebaharuan belajar pembelajaran yang berkembang, dalam rangka sinergitas mencerdaskan kehidupan bangsa, agar lebih bisa memberikan kontribusi lebih banyak, membantu dan memfasilitasi rekan-rekan guru untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi khususnya bidang PAI”, ujarnya.

     Penulis (SR02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.