|SR|Kuningan|
Bukannya senang dengan diterimanya program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Namun, malahan sebaliknya situasi yang dirasakan oleh Kepala Sekolah TK Negeri Harapan Kita, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan. Sebagai salah satu Sekolah penerima program ini, Ia mengakui dihantui oleh perasaan cemas akibat anggaran yang sudah minim sementara pekerjaan masih banyak yang belum tergarap.

“Pusing dan was-was pak, katanya keuangan termin Pertama Saya tanya ke bendahara sudah habis. Sementara pekerjaan bangunan masih banyak, menunggu termin Kedua yang 30 persen tidak tahu kapan, sedang pengajuan,” ucap Oop, selaku Kepala TKN Harapan Kita. Pada hari Kamis (3/9/2026) saat di Sekolah nya.
Menurutnya anggaran sebesar Rp 656.856.000, ini untuk merehabilitasi 1 ruang kelas dan 1 ruang kelas baru. “Pekerjaan ini dilaksanakan oleh panitia. Namun, anggaran baru turun 70 persen dan itupun sudah minim takut tidak mencukupi,”keluhnya.
Keluhan Kepala TKN Harapan Kita, ditanggapi serius oleh pemerhati kebijakan Pendidikan Kabupaten Kuningan, M Rahman, menurutnya penerima bantuan seharusnya tidak membebani. Karena di awal pengajuan ada pengakuan kesanggupan untuk mengerjakan bantuan.
“Kalau sampai cemas begitu ya tidak logis juga. Kan ada perjanjian kesanggupan mengerjakan. Selain itu, ada perencanaan, ada RAB, dan ada bimbingan teknis. Tentunya, kekhawatiran yang berlebihan tidak perlu ada,”ujarnya.
Lain soal, lanjut Ia, kalau memang anggarannya ada yang menguap. “Apalagi kalau lihat besaran anggaran yang sampai 600 juta lebih. Secara kasat mata saja, dengan volume pekerjaan bangunan kelas seperti itu dirasa sangat cukup. Bahkan dimungkinkan ada lebih anggaran,”hitungnya.
Penulis (Baim)













