Iklan

Desa Pangandaran Genap 44 Tahun, Potensi Wisata Didorong Jadi Sumber Ekonomi Warga

Oplus_131072

|SR|Pangandaran|

Peringatan Milangkala Ke-44 Desa Pangandaran, tidak hanya menjadi ajang mengenang perjalanan panjang sebuah Desa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mendorong Kemandirian ekonomi Masyarakat.

            Berbagai potensi yang dimiliki Desa Pangandaran, terutama sektor Pariwisata dan usaha Masyarakat, dinilai perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan Warga.

Kepala Desa Pangandaran, Adi Fitriadi, S.HP, mengatakan memasuki usia Ke-44 ini harus menjadi refleksi sekaligus pijakan untuk membawa Desa ke arah yang lebih baik. Menurutnya, pembangunan Desa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen Masyarakat, bukan hanya Pemerintah Desa.

           Ngahiji pikeun Pangandaran anu langkung maju, mandiri sareng sejahtera,”ujar Adi.

Ia menjelaskan, semangat ngahiji atau Bersatu menjadi modal penting dalam menjalankan pembangunan. Pemerintah Desa, tokoh Masyarakat, Pemuda, pelaku usaha, dan warga harus berjalan bersama sama dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada.

             Sementara itu, Kemandirian Desa dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan sektor UMKM, Pariwisata, ekonomi kreatif dan berbagai sumber daya lokal. Semua pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan Masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, lingkungan maupun kualitas hidup,”katanya.

Adi juga mengajak seluruh Masyarakat untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi ikut mengambil peran dalam mengembangkan potensi Desa Pangandaran.

             Ida Nurlaela: “Warga Harus Jadi Pelaku, Bukan Penonton” kata Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, yang turut hadir dalam rangkaian Milangkala Ke-44 Desa Pangandaran, turut memberikan dorongan agar Desa semakin kreatif dalam menggerakkan ekonomi Masyarakat.

Menurut Ida, Desa mempunyai peran strategis dalam pembangunan Daerah. Ketika Desa mampu membangun kemandirian, maka roda perekonomian Masyarakat juga berpeluang semakin kuat.

             Desa ini merupakan miniaturnya Kabupaten. Kalau Desa nya sudah Mandiri, apalagi sudah maju, masalah perekonomiannya, insya Allah kemungkinan juga akan semakin hebat,” ungkap Ida.

Ia menilai Pangandaran memiliki modal besar di sektor Pariwisata. Potensi alam dan daya tarik wisata yang sudah dikenal luas perlu dibarengi dengan keterlibatan Masyarakat sebagai pelaku ekonomi.

               Karena itu, ia berharap Pemerintah Desa dapat membangun support system yang mampu membantu Masyarakat mengembangkan usaha, mulai dari membuka akses hingga menciptakan peluang ekonomi baru dari sektor Pariwisata.

“Apresiasi Perjalanan Pembangunan Pangandaran”

            Dalam kesempatan tersebut, Ida juga menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan pembangunan Kabupaten Pangandaran sejak berdiri sebagai Daerah otonom.

Ia menilai pembangunan yang berlangsung selama ini merupakan hasil kontribusi berbagai pihak, termasuk para Pemimpin Daerah sebelumnya.

             Selain itu rangkaian “Jalan Sehat” meriahkan Milangkala Ke-44 Desa Pangandaran yang berlangsung meriah. Dilaksanakan pada hari Senin (21/9/2026),

kegiatan diisi dengan senam bersama dan jalan sehat yang dipusatkan di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di depan Masjid Al Hikmah.

            Warga dan sejumlah siswa Sekolah Dasar turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta semakin meningkat dengan adanya pengundian berbagai hadiah, mulai dari sepeda gunung, sepeda listrik hingga hadiah hiburan lainnya.

Peringatan usia Ke-44 Desa Pangandaran tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong, meningkatkan partisipasi Masyarakat dan membuka semakin banyak peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

Penulis (Y2)

Exit mobile version