|SR|Ciamis|
SMK Nurul Huda Panumbangan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) yang berfokus pada implementasi pembelajaran mendalam seputar Coding, Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), dan Computational Thinking. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dewan guru SMK Nurul Huda Panumbangan, dengan narasumber Dadang Mulyana, M.Kom, selaku Pengawas Pembina dari Dinas Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat.
Menurut Kepala SMK Nurul Huda, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan secara langsung untuk meningkatkan Kompetensi para guru dalam menguasai serta mengaplikasikan konsep coding, AI, dan pembelajaran mendalam, sehingga mampu merancang dan mengembangkan proses pembelajaran yang relevan dan bermakna di dalam kelas, katanya pada hari Senin, tanggal (11/8/2026).
“Diharapkan setelah kegiatan ini, para guru mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, kolaboratif, serta selaras dengan pesatnya perkembangan teknologi,”ujar Iwan Setiawan.
Pada kesempatan di pembukaan ini, Ketua Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Ir. H. Koswara Suwarman, juga menyampaikan rasa syukur dan ini suatu kehormatan bagi Kita dapat berkumpul bersama dengan 27 orang guru dalam satu semangat yang sama: belajar, berkembang, dan mempersiapkan Pendidikan untuk masa depan.
Ia menegaskan bahwa Dunia saat ini berubah dengan sangat cepat Teknologi, AI, dan Coding telah mengubah cara Manusia bekerja, belajar, bahkan berpikir. Oleh karena itu, guru tidak boleh tertinggal, melainkan harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, karena anak-anak didik akan menghadapi Dunia yang jauh berbeda dengan hari ini.
“Tugas Kita bukan hanya mengajarkan apa yang sudah Kita ketahui, tetapi mempersiapkan anak-anak menghadapi sesuatu yang belum Kita ketahui,”tegasnya.
Lebih lanjut, Ir. H. Koswara Suwarman, menekankan pesan yang mendalam: kecerdasan buatan tidak boleh menghilangkan kecerdasan Manusia. Teknologi boleh semakin pintar, tetapi Karakter Manusia harus semakin kuat.
Anak-anak harus mampu menggunakan AI, tetapi tetap memiliki akhlak. Mampu menggunakan teknologi, tetapi tetap bertanggung jawab. Mampu berpikir cepat, tetapi tetap bijaksana. Mampu bersaing secara global, tetapi tetap peduli terhadap sesama.
“Kalau Kita ingin mengubah Pendidikan. Kita mulai dari gurunya. Kalau Kita ingin mengubah generasi, Kita tingkatkan kualitas Pendidik nya. Dan kalau Kita ingin masa depan yang lebih baik, mari Kita persiapkan mulai hari ini,”tambahnya.
Ia berharap IHT ini tidak hanya berhenti pada penguasaan aplikasi, tetapi membangun pola pikir baru melalui Computational Thinking melihat masalah secara sistematis, memecahkan persoalan, menemukan pola, dan menyusun solusi. Diharapkan setelah kegiatan ini, guru lebih percaya diri, pembelajaran lebih kreatif, peserta didik lebih aktif, dan Sekolah semakin siap menyambut masa depan.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan In House Training Coding, AI, dan Computational Thinking secara resmi dibuka. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, inspirasi, dan keberkahan bagi seluruh Dunia Pendidikan.
Penulis (Lili R)
