Iklan

Jembatan Pongpet Anjlok Saat Peresmian, Dandim Akui Kelalaian dan Minta Maaf

Oplus_131072

|SR|Pangandaran|

Insiden jembatan gantung Pongpet yang berada di Dusun Mergajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, menjadi perhatian serius oleh Kodim 0625/Pangandaran.

             Jembatan yang baru selesai dibangun tersebut mengalami anjlok saat prosesi peresmian pada hari Ahad (30/8/2026). Peristiwa ini terjadi ketika puluhan Warga berada di atas jembatan Pongpet untuk mengikuti serangkaian kegiatan peresmian.

Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian/insiden tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi Pers di Makodim 0625/Pangandaran. Pada hari Senin (31/8/2026).

           Bupati Kabupaten Pangandaran Hj Citra juga menjelaskan bahwa dari pemeriksaan awal di lokasi, struktur utama bagian bawah jembatan masih dalam kondisi utuh. Namun kerusakan ditemukan pada tali seling di sisi kanan yang terlepas dari blok angkur, katanya.

Sehingga jembatan tersebut oleng karena tali seling sebelah kanan dengan blok angkur nya terlepas. Namun untuk konstruksi bawahnya masih utuh, termasuk rangka bawah dan seling bagian sebelah kiri,”ujar Citra.

            Menurutnya, jembatan tersebut berdasarkan perhitungan mempunyai kemampuan menahan beban maksimal sekitar dua (2) ton. Namun, dalam penggunaannya tetap diperlukan pembatasan beban demi menjaga faktor keselamatan.

Hj Citra juga menyebut kalau kondisi ideal untuk penggunaan jembatan tersebut sebenarnya sangatlah terbatas. Pejalan kaki yang melintas maksimal sekitar tiga (3) orang dalam satu waktu, sedangkan sepeda motor hanya diperbolehkan satu unit lewat secara bergantian.

           Namun dalam kegiatan peresmian kemarin, jumlah Masyarakat yang berada di atas jembatan diperkirakan mencapai kurang lebih sekitar 40 orang.

Hj Citra pun mengakui pengawasan terhadap jumlah Warga yang melintas pada saat prosesi peresmian belum berjalan sebagaimana mestinya. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk kelalaian dari pihak Kodim.

         Memang kesalahan di Kami. Sehingga pihak Kodim tidak mengontrol batas maksimum Masyarakat yang melewati jembatan tersebut,”katanya.

Pasca kejadian tersebut, pihak Kodim juga langsung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jembatan sekaligus memastikan keadaan Warga yang menjadi korban.

            Berdasarkan keterangan Dandim, para korban yang mengalami luka ringan dan seluruhnya dalam kondisi baik. Untuk pascakejadian, Kami langsung melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap jembatan. Kami juga mengecek kondisi korban dan alhamdulillah seluruhnya saat ini dalam kondisi baik. Hanya mengalami luka-luka ringan,”jelasnya.

Kodim 0625/Pangandaran juga memastikan bagian jembatan yang mengalami kerusakan akan segera diperbaiki.

           Kami akan melaksanakan perbaikan semaksimal mungkin sehingga kejadian musibah tersebut tidak terulang lagi,”tegas Hj Citra.

Sempat dilakukan uji coba, Hj Citra mengatakan, sebelum digunakan dalam kegiatan peresmian, jembatan Pongpet sebelumnya telah dilakukan uji coba. Bahkan dirinya mengaku sempat melintasi jembatan tersebut menggunakan dua sepeda motor.

           Selain itu, Masyarakat juga pernah uji coba melintasi jembatan tersebut dengan jumlah yang jauh lebih sedikit.

Sebelum pelaksanaan peresmian, Saya juga sudah berada di lokasi mencoba dengan menggunakan dua sepeda motor. Kemudian Masyarakat juga waktu itu melintasi, sekitar enam orang,”ungkapnya.

          Jembatan Pongpet dibangun melalui program “Padat Karya” dengan melibatkan personel Kodim 0625/Pangandaran bersama Masyarakat. Pengadaan peralatan dan material diajukan oleh Kodim kepada Komando atas, sementara pengerjaan di lapangan dilakukan secara bersama-sama.

Tadinya pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Masyarakat, terutama dalam membuka akses menuju fasilitas Pendidikan, Pertanian, Perekonomian, Pelayanan Kesehatan hingga mendukung aktivitas Pariwisata.

           Hj Citra menyebutkan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program Nasional yang dikawal langsung oleh TNI untuk membantu Masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses. Ini merupakan program langsung dari Presiden Prabowo yang dikawal langsung oleh TNI melalui Kodim 0625 Pangandaran,”ujarnya.

Penulis (Y2)

Exit mobile version