|SR|Pangandaran|
Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia, menggelar kegiatan pengabdian kepada Masyarakat khususnya di Kabupaten Pangandaran, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas Pendidikan. Acara intelektual ini dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Pangandaran.
Hadir pada kesempatan ini Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Soleh Supriyadi, S.Pd, M.Pd, Kabid Pembinaan SMP Supri, M.Pd, tuan rumah kegiatan Kepala SMP Negeri 1 Pangandaran Endang, S.Ag, dan para peserta lainnya. Pada hari Jumat (15/5/2026).
Dekan FPMIPA UPI, Adi Rahmat, yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan, yang insya Allah dilaksanakan di berbagai Daerah di Indonesia, termasuk Pangandaran.
Kegiatan ini merupakan acara rutin setiap tahun sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat dari UPI. Salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Pangandaran,”ujarnya.
Ia menjelaskan, program pengabdian tersebut tidak hanya menyasar guru tingkat SMP, tetapi juga SMA. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bergantian setiap tahun.
Tahun kemarin kegiatan ini dilaksanakan untuk guru SMA, sedangkan tahun ini untuk guru SMP,”katanya. Dalam kegiatan tersebut, peserta difokuskan kepada guru Matematika dan IPA sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki FPMIPA UPI.
Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama pengembangan kompetensi guru SD di Bidang Coding dan teknologi Pendidikan.
Tadi Saya sudah menyampaikan kepada Pak Kadis dan Pak Kabid, nantinya program ini harus disesuaikan dengan kebutuhan Daerah khususnya dalam Pembinaan guru dan Peningkatan Kualitas Pendidikan.
Jika dibutuhkan pelatihan Coding untuk guru SD. Kami memiliki Fakultas Ilmu Komputer dan memungkinkan untuk dilaksanakan tahun depan,”jelas Adi Rahmat.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk tanggung jawab Perguruan Tinggi dalam membantu meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pangandaran.
Ia juga menyoroti pentingnya guru mengikuti perkembangan Dunia Pendidikan yang saat ini terus berkembang, terutama terkait penerapan pembelajaran deep learning yang sedang menjadi perhatian serius pihak Kementerian Pendidikan.
Kami melihat masih banyak kesalahpahaman di lapangan mengenai konsep deep learning. Ini menjadi tanggung jawab Kami untuk meluruskan pemahaman tersebut agar penerapannya sesuai dengan tujuan Pendidikan,”ungkapnya.
Adi Rahmat pun menambahkan, masih banyak guru yang setelah mengikuti pelatihan kembali menggunakan metode pembelajaran lama. Karena itu, diperlukan pendampingan dan Pembinaan berkelanjutan agar Kualitas pembelajaran terus meningkat.
Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut dengan antusias.“Respon dari para peserta sangat bagus dan sangat positif,”pungkasnya.
Penulis (Y2 )
