Dapur MBG “Aroma Lezat”, Prioritaskan Kebersihan Demi Gizi Optimal

|SR|Ciamis|

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah salah satu program prioritas Nasional untuk menurunkan angka stunting, dengan memperkuat ketahanan pangan Keluarga, dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045. Program ini telah berjalan sejak awal 2025 dan menyasar lebih dari 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dapur khusus ini menjadi komponen utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Pemerintahan RI Prabowo-Gibran.

             Di ketahui kalau program ini bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi Masyarakat, terutama bagi anak-anak Sekolah, Ibu hamil, Balita dengan standar kebersihan dan keamanan Pangan yang tinggi.

Salah satunya dapur program MBG yang berlokasi di Jl. Raya Banjar – Pangandaran No.25 Dusun Ciherang RT 004 RW 001, Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Adalah dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) milik Anas ini yang sudah beroperasi sejak bulan September, 2025.

             Peluncuran dapur sehat program MBG ini digelar di Dusun Ciherang RT 004 RW 001, yang dilaksanakan pada hari Kamis (04/09/2025), Launching perdana ini dilaksanakan di MI PUI Cibadak, Desa Ciherang dengan didampingi unsur Muspika Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis -Jawa Barat.

Anas, selaku pemilik dapur MBG “Aroma Lezat” menjelaskan, kalau dapur sehat MBG ini merupakan salah satu kemitraan Mandiri BGN yang dirancang khusus untuk mendukung program sehat MBG.

              Selain bangunan, dapur ini juga dilengkapi dengan peralatan dapur modern seperti kitchen set khusus yang telah dipesan satu bulan sebelumnya.

Penentuan lokasi dapur pun tidak dilakukan sembarangan. Menurut Anas, tim survei dari BGN memperhitungkan berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, potensi banjir, serta kualitas sumber air.“Kami memastikan lokasi ini aman dari bencana alam yang dapat mengganggu operasional dapur tersebut,”ucapnya.

              Anas yang juga sebagai pengusaha muda sukses ini sangat Dermawan juga mengungkapkan, bahwa dapur MBG tersebut dirancang untuk melayani hingga 2.500 porsi makanan per harinya. Sesuai standar BGN, lanjutnya, bahan baku yang digunakan harus berasal dari Koperasi atau BUMDes, bukan dari perusahaan besar. Semua bahan baku akan melalui proses uji kualitas sebelum diolah.

“Kami ingin memastikan semua bahan baku sesuai standar, termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan yang akan disimpan dengan baik sesuai standar. Ini penting agar makanan yang disajikan benar-benar bergizi dan higienis,”tegas Anas.

              Program MBG di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, secara resmi diluncurkan untuk beberapa Sekolah seperti TK, SDN, SMPN, dan SMAN, yang menjadi lokasi pelaksanaan program ini.

Anas berharap nilai kemanfaatan dari program MBG yang di laksanakan sekarang ini, mudah mudahan dapat masif ke beberapa lokasi yang lain.

             Program MBG ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas zigi, lebih dari itu MBG memberikan peluang ekonomi yang lebih baik.

“Semoga MBG ini bisa terus berlanjut, supaya anak anak Sekolah, khusunya yang ada di wilayah Banjarsari bisa tumbuh sehat,” katanya. Harapannya, semoga program MBG ini bisa berjalan dengan baik.

Penulis (Ajat Sudrajat)

Selamat Hari Santri Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *